Rijal Abdullah Panaskan Forum Seminar Kebangsaan IMM Tulungagung: Bongkar Politik Abu-Abu, Narasi Kekuasaan, hingga Revolusi Kognitif ke-6
Sumber: foto Bapak Rijal Abdulloh

Rijal Abdullah Panaskan Forum Seminar Kebangsaan IMM Tulungagung: Bongkar Politik Abu-Abu, Narasi Kekuasaan, hingga Revolusi Kognitif ke-6

Oleh: Muhammad Khoirun Nizam 18 November 2025 64 Dilihat
Berita

Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung di Lotus Garden Tulungagung, Senin (17/11/2025) berlangsung dinamis dan penuh gagasan kritis. Hal itu terjadi setelah pemantik kedua, Semala Rijal Abdullah, S.IP., M.Ap, menyampaikan materi tentang politik, narasi kekuasaan, dan perkembangan peradaban manusia di era Artificial Intelligence (AI).

temanamal.org – Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tulungagung di Lotus Garden Tulungagung, Senin (17/11/2025) berlangsung dinamis dan penuh gagasan kritis. Hal itu terjadi setelah pemantik kedua, Semala Rijal Abdullah, S.IP., M.Ap, menyampaikan materi tentang politik, narasi kekuasaan, dan perkembangan peradaban manusia di era Artificial Intelligence (AI).

Politik sebagai Ruang Abu-Abu

Dalam pemaparannya, Rijal menyampaikan bahwa dunia politik tidak pernah berdiri pada posisi hitam-putih. Ia menyebut politik dan ekonomi selalu berada pada wilayah “abu-abu” yang sangat rentan terhadap bias, interpretasi kepentingan, dan manipulasi narasi.

“Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu membangun cerita. Termasuk narasi yang sengaja dibentuk untuk melegitimasi kekuasaan,” ujarnya.

Menurut Rijal, kemampuan manusia menciptakan cerita inilah yang membuat narasi menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam relasi kuasa.

Menyinggung Narasi di Indonesia
Rijal juga menyoroti beberapa narasi besar yang pernah berkembang di Indonesia satu dekade terakhir. Di antaranya wacana Islam Nusantara pada 2016 serta isu Radikalisme yang menguat setelahnya.

Ia menegaskan bahwa dua isu tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik nasional.
“Setiap narasi besar yang muncul di publik pasti memiliki kepentingan. Masyarakat perlu lebih peka dalam membaca arah dari sebuah wacana,” jelasnya.

Pemaparan ini disambut serius oleh peserta, terlihat dari antusiasme pada sesi diskusi dan tanggapan yang muncul setelah pemaparan.

Revolusi Kognitif ke-6 dan Dampaknya bagi Peradaban
Di bagian akhir, Rijal menjelaskan perjalanan revolusi kognitif manusia—mulai dari penemuan api, perkembangan pertanian, hingga era teknologi modern. Ia menyampaikan bahwa manusia saat ini memasuki fase baru yang ia sebut sebagai Revolusi Kognitif ke-6, ditandai dengan perkembangan kecerdasan buatan.

“AI kini dapat membangun narasi, memproduksi informasi, bahkan menciptakan realitas alternatif. Ini tantangan besar bagi masyarakat, termasuk kader IMM,” ungkapnya.
Rijal menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi perubahan besar yang dipicu oleh teknologi kecerdasan buatan.

Forum Berjalan Dinamis
Seminar yang dihadiri kader IMM dari berbagai komisariat ini berlangsung hidup dan produktif. Peserta terlihat aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan selama sesi diskusi.

Rijal berharap kader IMM Tulungagung mampu menjadi kelompok cendekia yang tidak hanya memahami politik sebagai perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai arena kontestasi narasi.

“Ke depan, siapa yang menguasai narasi, dialah yang menguasai arah peradaban,” pungkasnya.

Tags:

#sosial #lazismu Tulungagung #LAZISMU AG raya #temanamal

Bagikan Berita Ini:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Fidyah

Program Unggulan

Fidyah

Melalui program fidyah ini, insyaAllah setiap fidyah yang ditunaikan tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi jalan kebaikan dengan men...

Donasi Sekarang

Lihat Program Kebaikan Lainnya

Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Lihat Detail