BankZiska: Gerakan Zakat Produktif untuk Memerdekakan Ekonomi Umat
Sumber: sandbox:/mnt/data/A_digital_illustration_depicts_an_economic_empower.png

BankZiska: Gerakan Zakat Produktif untuk Memerdekakan Ekonomi Umat

Oleh: Muhammad Khoirun Nizam 16 October 2025 113 Dilihat
Opini

temanamal.org - Di banyak sudut pasar dan gang-gang kecil Tulungagung, para pelaku usaha mikro berjuang mempertahankan hidup di tengah tekanan ekonomi dan jeratan hutang berbunga. Mereka bukan tidak bekerja keras, tetapi sistem sering kali tidak berpihak. Di saat seperti inilah, zakat tidak cukup hanya dibagikan, ia harus bergerak lebih jauh: membebaskan. Dan dari kesadaran inilah, lahir BankZiska—ikhtiar Lazismu Tulungagung untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan produktif yang memerdekakan umat secara ekonomi.

Zakat selama ini sering dipahami hanya sebagai bantuan sesaat, diberikan untuk memenuhi kebutuhan harian para mustahik tanpa meninggalkan dampak jangka panjang. Namun di tengah tantangan ekonomi modern, Lazismu Tulungagung mengambil langkah berbeda dengan mendorong lahirnya zakat produktif sebagai strategi kemandirian. Melalui program BankZiska (BANtuan Keuangan dari dana Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan dana Sosial Keagamaan lainnya), Lazismu menghadirkan solusi nyata agar zakat tidak hanya dibagikan, tetapi diputar menjadi kekuatan ekonomi pemberdaya. BankZiska tidak bekerja seperti lembaga keuangan konvensional, melainkan menerapkan sistem al-Qardhul Hasan, yaitu pinjaman tanpa bunga, tanpa denda, dan tanpa biaya tambahan—sebuah pendekatan yang memuliakan mustahik dan menjaga keberkahan harta umat.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha kecil di Tulungagung—dari pedagang pasar, penjual makanan rumahan, hingga pengrajin lokal—sering terpaksa mengambil pinjaman berbunga tinggi dari rentenir karena kebutuhan modal yang mendesak. Mereka bekerja keras, tetapi tetap terjebak dalam lingkar hutang yang melemahkan. Di sinilah BankZiska hadir bukan hanya sebagai penyedia modal, tetapi jalan keluar dari sistem ekonomi yang menindas. Dengan pendekatan zakat produktif, Lazismu tidak hanya menolong secara materi, tetapi membangkitkan rasa percaya diri, martabat, dan harapan baru bahwa umat bisa mandiri tanpa harus tunduk pada praktik yang merugikan.
Lebih dari sekadar penyaluran dana, BankZiska memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem pemberdayaan jika dikaitkan dengan jaringan besar Muhammadiyah. Majelis ekonomi, masjid, amal usaha pendidikan, komunitas pemuda, hingga gerakan perempuan mampu menjadi simpul yang menyatukan modal, pendampingan usaha, edukasi spiritual, dan akses pasar. Jika ini dijalankan secara konsisten, zakat tidak akan berhenti di tangan penerima, tetapi berputar, tumbuh, dan melahirkan para pelaku usaha baru yang berdaya dan bermartabat. Ketika para penerima modal mampu mandiri dan berkembang, bukan mustahil suatu saat mereka kembali bukan sebagai mustahik, tetapi sebagai muzakki. Inilah transformasi sosial yang menjadi cita-cita tertinggi zakat produktif.
BankZiska bukan sekadar program keuangan, tetapi momentum dakwah ekonomi. Sebab membebaskan umat dari jeratan kemiskinan struktural adalah bagian dari jihad sosial yang harus diperjuangkan bersama. Dari Tulungagung, Lazismu telah menyalakan obor perubahan ini. Kini, tugas kita adalah memastikan nyala itu terus menyebar, menguat, dan menjadi gerakan kemandirian ekonomi umat yang membanggakan.

Tags:

#sosial #lazismu Tulungagung #LAZISMU AG raya #temanamal

Bagikan Berita Ini:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Fidyah

Program Unggulan

Fidyah

Melalui program fidyah ini, insyaAllah setiap fidyah yang ditunaikan tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menjadi jalan kebaikan dengan men...

Donasi Sekarang

Lihat Program Kebaikan Lainnya

Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumatra, dan Lumajang
Lihat Detail